Bahaya Meniup Makanan Panas, Ini Penjelasannya.

0
74
Bahaya Meniup Makanan Panas, Ini Penjelasannya.

Bahaya Meniup Makanan Panas, Ini Penjelasannya.: Larangan meniup makanan masih panas banyak diungkapkan para dokter dan orang-orang yang mengerti bahaya dari meniup makanan panas sebelum di makan. Selain itu, larangan ini juga disampaikan oleh Rasullullah SAW, dimana  hadis yang telah di riwayat  oleh Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang untuk bernafas diatas wadah air atau meniupnya.

Dari situ tampak jelas bahwa meniup makanan dalam keadaan panas, kemudian memakannya setelah dingin sangat berbahaya bagi tubuh. Karena sesuai dengan pelajaran di bangku sekolah dulu, kita bernafas memerlukan O2 (Oksigen), hasil pernafasan berupa CO2 (karbondioksida) dan dalam makanan panas tersebut mengandug H2O (Air). Apakah yang terjadi jika antara O2, CO2 dan H2O berinterkasi? Baca Juga10 Olahraga Teraneh dan Terunik di Dunia.

berikut penjelasan ilmiahnya.

1. Asam Karbonat

Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati bukan?

2. Bakteri H. Pylori

Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi, bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit. Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain.

3. Mikroorganisme

Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya.

4. Kotoran

Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan hanya karena tiupan kita.



Dari uraian di atas tentu sudah jelas mengapa meniup makanan atau minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang sangat dikhawatirkan adalah seandainya makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa belum memiliki kekebalan tubuh maksimal, melainkan diberikan kepada bayi atau balita maka menyebabkan adanya kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung di respon tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya.

Coba kita ingat firman Allah SWT. “Sesungguhnya Allah bersama Orang-Orang yang Sabar”. Maka dari itu, kita sebagai manusia harus sabar dalam keadaan apapun, terlebih juga dalam menunggu makanan sampai dingin. Semoga bermanfaat.