Apa Hukumnya Jika Suami Suka Mencium Atau Menjilat Kemaluan

0
756
Apa Hukumnya Jika Suami Suka Mencium Atau Menjilat Kemaluan

Mudah-mudahan berguna dan menjawab kesangsian pada bisa tidaknya mencium kemaluan istri.

Dalam benak tiap-tiap pasangan, mungkin kerapkali ada pertanyaan dalam
pengajian terbatas (halakah), bolehkah seseorang suami mencumbui hal paling rahasia istrinya, yakni organ intim?

Pada pertanyaan itu jawabannya sebagai berikut. Diperbolehkan untuk semasing suami-istri untuk nikmati keindahan badan pasangannya. Allah berfirman,
” Beberapa istri kalian adalah baju untuk kalian, dan kalian yaitu baju untuk istri kalian. ” (Q. S. Al-Baqarah : 187)
Allah juga berfirman,

” Beberapa istri kalian adalah ladang untuk kalian. Karenanya, datangilah ladang kalian, dengan cara yang kalian gemari. ” (Q. S. Al-Baqarah : 223)
Cuma saja, ada dua hal yang butuh diperhatikan :

Menjauhi langkah yang dilarang dalam syariat, di antaranya :
(1) Menggauli istri di duburnya ; (2) Lakukan jalinan tubuh saat sang istri tengah ” datang bln. “. Ke-2 perbuatan ini termasuk dosa besar.
Sebaiknya dalam koridor melindungi adab-adab Islam dan tidak menyimpang dari fitrah yang lurus.



Mengenai mencium atau menjilati kemaluan pasangan, tidak ada dalil tegas
yang melarangnya. Cuma saja, perbuatan ini bertentangan dengan fitrah yang lurus serta adab Islam. Betapa tidak, kemaluan, sebagai tempat keluarnya bendanajis, bagaimana mungkin saja bakal ditempelkan di lidah, yang disebut sisi anggota tubuh yang mulia, yang dipakai untuk berzikir dan membaca Alquran?

Oleh lantaran Melindungi kelurusan fitrah yang suci dan adab yang mulia.
Melindungi supaya tak ada cairan najis yang masuk ke tubuh kita, seperti : madzi.

Ini semuanya adalah sisi dari usaha melindungi kebersihan dan kesucian jiwa. Allah berfirman,

 ” Sebenarnya, Allah menyukai orang yang bertobat dan menyukai orang yang melindungi kebersihan. ” (Q. S. Al-Baqarah : 222)

Maksud ayat adalah Allah menyukai orang melindungi diri dari semua suatu hal yang kotor dan mengganggu. Termasuk suatu hal yang kotor adalah benda najis, seperti : madzi. Sesaat, kita sadar kalau, dalam keadaan sejenis ini, tidak mungkin bila madzi tidak keluar. Padahal, benda-benda sejenis ini tak semestinya disentuhkan ke bibir atau ke lidah. Allahu alam. (Disarikan dari Fatawa Syabakah Islamiyah)